Penggemar

Sabtu, 02 Maret 2013

Pengenalan Gulma


LAPORAN PRAKTIKUM
DASAR-DASAR AGRONOMI

Pengenalan Gulma





OLEH :
LIBRA PANGARIBUAN
05121002003






TEKNIK PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
INDERALAYA
2012
I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam suatu areal pertanaman, kemunduran produksi merupakan hal yang sering terjadi. Salah satu faktor yang mempengaruhi kemunduran produksi adalah karena Adanya gangguan gulma. Gulma adalah tumbuhan yang kehadirannya tidak diinginkan pada lahan pertanian karena dapat merugikan dalam hal menurunkan hasil produksi yang bisa dicapai oleh tanaman. Gulma merupakan tumbuhan yang tumbuh pada areal yang tidak dikehendaki, tumbuh pada areal pertanaman. Gulma secara langsung maupun tidak langsung merugikan tanaman budidaya. Pengenalan suatu jenis gulma dapat dilakukan dengan melihat keadaan morfologinya, habitatnya, dan bentuk pertumbuhanya. Berdasarkan keadaan morfologinya, dikenal gulma rerumputan (grasses), teki-tekian (sedges), dan berdaun lebar (board leaf).
           Kehadiran gulma sebagai organisme pengganggu tanaman (OPT) pada lahan pertanian dapat mengakibatkan terjadinya kompetisi atau persaingan dengan tanaman pokok (tanaman budidaya) dalam hal penyerapan unsur-unsur hara, penangkapan cahaya, penyerapan air dan ruang lingkup, mengotori kualitas produksi pertanian, misalnya pengotoran benih oleh biji-biji gulma, dapat mengeluarkan zat atau cairan yang bersifat toksin (racun) serta sebagai tempat hidup atau inang tempat berlindungnya hewan-hewan kecil, insekta dan hama sehingga memungkinkan hewan-hewan tersebut dapat berkembang biak dengan baik, mengganggu kelancaran pekerjaan para petani, sebagai perantara atau sumber hama dan penyakit, mengganggu kesehatan manusia, menaikkan ongkos-ongkos usaha pertanian dan menurunkan produktivitas air. Dalam kurun waktu yang panjang, kerugian akibat
gulma dapat lebih besar daripada kerugian akibat hama atau penyakit. Olehnya, untuk menangani masalah gulma, maka perlu dilakukan identifikasi gulma yang dimaksudkan untuk membantu para petani dalam usaha menentukan program pengendalian gulma secara terarah sehingga produksi dapat ditingkatkan sebagaimana yang diharapkan. Adapun pengendalian gulma dapat dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya dengan cara preventif (pencegahan), secara fisik, pengendalian gulma dengan sistem budidaya, secara biologis, secara kimiawi, dan secara terpadu.
Golongan gulma rurumputan kebanyakan berasal dari famili gramineae (poaceae). Ukuran gulma golongan rerumputan bervariasi, ada yang tegak, menjalar, hidup semusim, atau tahunan. Batangnya disebut culms, terbagi menjadi ruas dengan buku-buku yang terdapat antara ruas. Batang tumbuh bergantian pada dua buku pada setiap antara ruas daun terdiri dari dua bagian yaitu pelepah daun dan helaian daun., contoh gulma rerumputan Panicium repens, Eleusine indica, Axonopus compressus dan masih banyak lagi.
Golongan teki-tekian kebanykan berasal dari famili Cyperaceae. Golongan ini dari penampakanya hampir mirip dengan golongan rerumputan, bedanya terletak pada bentuk batangnya. Batang dari golongan teki-tekian berbentuk segitiga. Selain itu golongan teki-tekian tidak memiliki umbi atau akar ramping di dalam tanah. Contoh golongan teki-tekian: Cyprus rotundus, Cyprus compresus.
Golongan gulma berdaun lebar antara lain: Mikania spp, Ageratum conyzoides, Euparotum odorotum. Berdasarkan habitat tumbuhnya, dikenal gulma darat, dan gulma air. Gulma darat merupakan gulma yang hidup didarat, dapat merupakan gulma yang hidup setahun, dua tahun, atau tahunan (tidak terbatas). Penyebaranya dapat melalui biji atau dengan cara vegetatif. Contoh gulma darat diantaranya Agerathum conyzoides, Digitaria spp, Imperata cylindrical, Amaranthus spinosus. Gulma air merupakan gulama yang hidupnya berada di air. Jenis gulma air dibedakan menjadi tiga, yaitu gulma air yang hidupnya terapung dipermukaan air (Eichhorina crassipes, Silvinia) spp, gulma air yang tenggelam di dalam air (Ceratophylium demersum), dan gulma air yang timbul ke permukaan tumbuh dari dasar (Nymphae sp, Sagitaria spp).

           
B. Tujuan
            Tujuan dari praktikum pengenalan gulma adalah untuk mengenal jenis-jenis gulma serta dapat mengklasifikasikan gulma.
II. TINJAUAN PUSTAKA
Gulma adalah tumbuhan yang tumbuh pada areal yang tidak dikehendaki, tumbuh pada areal pertanaman. Gulma secara langsung maupun tidak langsung merugikan tanaman budidaya. Pengenalan suatu jenis gulma dapat dilakukan dengan melihat keadaan morfologinya, habitatnya, dan bentuk pertumbuhanya. Berdasarkan keadaan morfologinya, dikenal gulma rerumputan (grasses), teki-tekian (sedges), dan berdaun lebar (board leaf).
Gulma golongan teki termasuk dalam familia Cyperaceae. Ciri khas dari kelompok teki ini adalah Batang umumnya berbentuk segitiga, kadang-kadang juga bulat dan biasanya tidak berongga. Buahnya tidak membuka, daun tersusun dalam tiga deretan, tidak memiliki lidah-lidah daun (ligula), ibu tangkai karangan bunga tidak berbuku-buku, Bunga sering dalam bulir (spica) atau anak bulir, biasanya dilindungi oleh suatu daun pelindung. dan pada sebagian besar sistim
perakarannya terdiri dari akar rimpang (rhizome) dan umbi (tuber). Contoh dari goongan gulma teki-tekian adalah Cyperus rotundus, Fimbristylis littoralis,
Scripus juncoides dan lain-lain.
Gulma berdaun lebar umumnya termasuk Dicotyledoneae dan Pteridophyta. Gulma ini biasanya tumbuh pada akhir masa budidaya. Kompetisi terhadap tanaman utama berupa kompetisi cahaya. Daun dibentuk pada meristem pucuk dan sangat sensitif terhadap kemikalia. Terdapat stomata pada daun terutama pada permukaan bawah, lebih banyak dijumpai. Terdapat tunas-tunas pada nodusa, serta titik tumbuh terletak di cabang. Daun lebar dengan tulang daun berbentuk jala, pertulangan daun umunya menyirip. Contohnya Monocharia vaginalis, Limnocharis flava, Eichornia crassipes, Amaranthus spinosus, Portulaca olerace, Lindernia sp.
Gulma mampu berkembangbiak secara generatif maupun vegetatif. Perkembangbiakan gulma secara generatif dapat melalui biji, dimana biji-biji gulma dapat tersebar jauh karena ukurannya kecil sehingga dapat terbawa angin, air, hewan ataupun bulu-bulu (rambut halus) yang menempel pada biji, seperti pada biji Emilia sonchifolia, Vernonia sp, dan dapat melalui spora, dimana spora ini bila telah matang dapat diterbangkan oleh angin. Contoh gulma ini kebanyakan dari keluarga paku-pakuan seperti Nephrolepsis bisserata, Lygopodiu sp. Sedangkan secara vegetatif, gulma dapat berkembangbiak dengan melalui rhizoma (akar rimpang), yang merupakan batang beserta bagian-bagiannya yang manjalar di dalam tanah yang kemudian membentuk individu baru, melalui tuber (umbi) yang merupakan pembengkakan dari batang ataupun akar yang digunakan sebagai tempat penyimpanan atau penimbun cadangan makanan, melalui stolon yang merupakan bagian batang menyerupai akar yang menjalar di atas permukaan tanah, melalui bulbus (umbi lapis) yang merupakan tempat menyimpan makanan cadangan tetapi bentuknya berlapis-lapis,daun yang merupakan tempat muncul tunas menjadi individu baru, dan melalui runner (Sulur) yang merupakan stolon yang keluar dari ketiak daun dimana internodianya (ruas) sangat panjang dan dapat membentuk tunas pada bagian ujung.
Pengendalian gulma dapat dilakukan dengan beberapa cara. Secara preventif, misalnya dengan pembersihan bibit-bibit pertanaman dari kontaminasi biji-biji gulma, pencegahan pemakaian pupuk kandang yang belum matang, pencegahan pengangkutan jarak jauh jerami dan rumput-rumputan makanan ternak, pemberantasan gulma di sisi-sisi sungai dan saluran-saluran pengairan, pembersihan ternak yang akan diangkut, pencegahan pengangkutan tanaman berikut tanahnya dan sebagainya. Secara fisik, misal dengan pengolahan tanah, pembabatan, penggenangan, pembakaran dan pemakaian mulsa. Dengan sistem budidaya, misal dengan pergiliran tanaman, budidaya pertanaman dan penaungan dengan tumbuhan penutup (cover crops). Secara biologis, yaitu dengan menggunakan organisme lain seperti insekta, fungi, ternak, ikan dan sebagainya.
Secara kimiawi, yaitu dengan menggunakan herbisida atau senyawa kimia yang dapat digunakan untuk mematikan atau menekan pertumbuhan gulma baik secara selektif maupun non selektif, kontak atau sistemik, digunakan saat pratanam, pratumbuh atau pasca tumbuh. Secara terpadu, yaitu dengan menggunakan beberapa cara secara bersamaan dengan tujuan untuk mendapatkan hasil yang sebaik-baiknya.


III. PELAKSANAAN PRAKTIKUM
A.    Waktu dan Tempat
Praktikum dasar-dasar agronomi yang berjudul tanaman Agronomi dilaksanakan pada tanggal 07 November 2012, pukul 14:30 sampai dengan selesai dan bertempat di Laboratorium Teknologi Benih Universitas Sriwijaya.

B.     Alat dan Bahan
Alat-alat yang digunakan pada praktikum ini adalah pensil, pena, penghapus, penggaris, kertas A4 80 gr, kamera.


C.    Cara Kerja
Cara kerja dari praktikum dasar-dasar agronomi yang berjudul Pengenalan Gulma adalah sebagai berikut:
1.      Amatilah gulma yang ada disekitar Fakultas Pertanian atau di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian.
2.      Catat nama gulma, siklus hidup tanaman, morfologi, habitat, serta deskripsi lainnya.
3.      Gambar tumbuhan/gulma tersebut.




IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
A.    Hasil
Hasil dari prsktikum ini adalah pengklasifikasian dari gulma sebagai berikut setelah melakukan pengamatan adalah
1.      Gulma golongan rumput-rumputan (grasses)
a.       Alang-alang (Imperata cylindrica)
Kingdom     : Plantae
Divisio         : Spermatophyta
Sub-Divisio : Angiospermae
Class           : Monocotyledonae
Sub-Class    : Commelidinae
Ordo           : Poales
Famili         : Poaceae
Sub-Famili  : Imperata
Spesies        : Imperata cylindrica



   

Habitat tanaman ini di daerah tropis. Batangnya berbentuk bulat bercabang, tumbuh tegak,  daun berbentuk bulat telur dimana pada bagian tepinya bergerigi dan berbulu. bunga pada tanaman ini berkelompok seperti cawan, warna biru muda, putih dan violet, mahkota bergantung sempit seperti lonceng terbalik berbentuk lima. Buah yang terdapat pada tanaman ini berwarna putih, keras, bergerigi lima, runcing dan rambut sisik ada lima. Akar  tanaman ini mempunyai akar tunggang.
Siklus hidup tanaman ini adalah tahunan (Perenial).



b.      Jejagoan (Echinochloa crus-galli)
Kingdom     : Plantae
Divisio         : Spermatophyta
Sub-Divisio : Angiospermae
Class           : Monocotyledonae
Sub-Class    : Commelinidae
Ordo           : Poales
Famili         : Poaceae
Sub-Famili  : -
Genus         : Echinochloa
Spesies        : Echinochloa crus-galli


          

Habitat tanaman ini di darat, batangnya beruas-ruas, daunnya sejajar, tidak memiliki bunga, akarnya serabut. Siklus hidup tanaman ini adalah tahunan (Perenial).
           

c.       Grintingan (Cynodon dactylon)
Kingdom     : Plantae
Divisio         : Spermatophyta
Sub-Divisio : Angiospermae
Class           : Monocotyledonae
Sub-Class    : Commelinidae
Ordo           : Poales
Famili         : Poaceae
Sub-Famili  : -
Genus         : Cynodon
Spesies        : Cynodon dactylon

      
       

Habitat tanaman ini di darat, batangnya kecil pendek-pendek, daunnya berbentuk pita, tidak memiiki bunga, akarnya serabut. Siklus tanaman ini adalah tahunan (Perenial).

2.     Gulma golongan berdaun lebar (broadleaves)

a.       Bayam duri (Amaranthus spinosus)
Kingdom     : Plantae
Diviso         : Spermatophyta
Sub-Divisio : Angiospermae
Class           : Dicotyledonae
Sub-Class    : -
Ordo           : Urticales
Famili         : Amaranthaceae
Sub-Famili  : -
Genus         : Amaranthus
Spesies        : Amaranthus spinosus

    
           

Habitat tanaman ini di darat, batang basah, tidak berkambium, daun tunggal, bunga tidak sempurna, akar tunggang. Siklus hidup tanaman ini adalah Semusim (Annual).

b.      Bandotan (Geratum conyzoides)
Kingdom     : Plantae
Diviso         : Spermatophyta
Sub-Divisio : Angiospermae
Class           : Monocotyledonae
Sub-Class    : -
Ordo           : Asterales
Famili         : Asteraceae
Sub-Famili  : -
Genus         : Geratum
Spesies        : Geratum conyzoides


         

Habitat tanaman ini di darat, batang bulat, tidak berkambium, daun menyirip, bunga sempurna, buah tidak ada, berakar serabut. Siklus tanaman ini adalah Semusim (Biannual).

c.       Kirinyuh (Geratum conyzoides)
Kingdom     : Plantae
Diviso         : Spermatophyta
Sub-Divisio : Angiospermae
Class           : Monocotyledonae
Sub-Class    : -
Ordo           : Asterales
Famili         : Asteraceae
Sub-Famili  : -
Genus         : Geratum
Spesies        : Geratum conyzoides


      

Habitat tanaman ini di darat, batang bulat tidak berkambium, daun pita, tulang daun menjari, bunga tunggal, buah ada yang lonjong dan bulat, berakar serabut. Siklus hidup tanaman ini adalah Tahunan (Perenial).




d.      Putri malu (Mimosa pudica)
Kingdom     : Plantae
Diviso         : Spermatophyta
Sub-Divisio : Angiospermae
Class           : Monocotyledonae
Sub-Class    : Rosidae
Ordo           : Fabales
Famili         : Fabaceae
Sub-Famili  : -
Genus         : Mimosa
Spesies        : Mimosa pudica
    


     

Habitat tanaman ini di darat, batang silindris dan berbulu, tinggi, tidak berkambium, daun majemuk, bunga majemuk, buah, berakar serabut. Siklus hidup tanaman ini adalah Tahunan (Parenial).

e.       Cacalincingan (Oxalis corniculata L.)
Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Subdivisi : Angiospermae
Kelas : Monocotyledonae
Bangsa : Poales
Famili : Oxalidaceae
Marga : Oxalis
Spesies : Oxalis corniculata


        

Habitat di darat, iklim tropis, batang bulat berkambium, daun tunggal, tulang daun menyirip, bunga tunggal, berakar serabut. Siklus hidup tanaman adalah tahunan (Perenial).

3.      Gulma golongan Teki-Tekian (sedges)
a.       Teki ladang (Cyperus rotundus)
Kingdom     : Plantae
Diviso         : Spermatophyta
Sub-Divisio : Angiospermae
Class           : Monocotyledonae
Sub-Class    : -
Ordo           : Cyperales
Famili         : Cyperaceae
Sub-Famili  : -
Genus         : Cyperus
Spesies        : Cyperus rotundus
 
          

Habitatnya di darat, batang besar, berlapis-lapis, daun menyirip, bunga tunggal, buah bulat, berakar serabut. Siklus hidup tanaman ini adalah tahunan (Perenial).

b.      Tumbaran (Fimbristylis littoralis)
Kingdom     : Plantae
Diviso         : Spermatophyta
Sub-Divisio : Angiospermae
Class           : Monocotyledonae
Sub-Class    : Rosidae
Ordo           : Cyperales
Famili         : Cyperaceae
Sub-Famili  : -
Genus         : Fimbristylis
Spesies        : Fimbristylis littoralis


      

Habitat didarat, batang bulat tidak berkambium, daun oval, bunga tunggal,  akar serabut. Siklus hidup tanaman adalah tahunan (Perenial).

B.     Pembahasan
Dalam praktikum ini kita dapat mengetahui berbagai jenis gulma yang berada di sekitar kita, tanpa kita sadari praktikan tidak mengenal secara baik keadaan tanaman baik nama latin, morfologi gulmaa itu sendiri maupun tipe dan jenis gulma tersebut. Gulma adalah tumbuhan yang tumbuh pada areal yang tidak dikehendaki, tumbuh pada areal pertanaman. Gulma secara langsung maupun tidak langsung merugikan tanaman budidaya. Pengenalan suatu jenis gulma dapat dilakukan dengan melihat keadaan morfologinya, habitatnya, dan bentuk pertumbuhanya. Berdasarkan keadaan morfologinya, dikenal gulma rerumputan (grasses), teki-tekian (sedges), dan berdaun lebar (board leaf).
Golongan gulma rurumputan kebanyakan berasal dari famili gramineae (poaceae). Ukuran gulma golongan rerumputan bervariasi, ada yang tegak, menjalar, hidup semusim, atau tahunan. Batangnya disebut culms, terbagi menjadi ruas dengan buku-buku yang terdapat antara ruas. Batang tumbuh bergantian pada dua buku pada setiap antara ruas daun terdiri dari dua bagian yaitu pelepah daun dan helaian daun., contoh gulma rerumputan Panicium repens, Eleusine indica, Axonopus compressus dan masih banyak lagi.
Golongan teki-tekian kebanykan berasal dari famili Cyperaceae. Golongan ini dari penampakanya hampir mirip dengan golongan rerumputan, bedanya terletak pada bentuk batangnya. Batang dari golongan teki-tekian berbentuk segitiga. Selain itu golongan teki-tekian tidak memiliki umbi atau akar ramping di dalam tanah. Contoh golongan teki-tekian: Cyprus rotundus, Cyprus compresus.
Golongan gulma berdaun lebar antara lain: Mikania spp, Ageratum conyzoides, Euparotum odorotum. Berdasarkan habitat tumbuhnya, dikenal gulma darat, dan gulma air. Gulma darat merupakan gulma yang hidup didarat, dapat merupakan gulma yang hidup setahun, dua tahun, atau tahunan (tidak terbatas). Penyebaranya dapat melalui biji atau dengan cara vegetatif. Contoh gulma darat diantaranya Agerathum conyzoides, Digitaria spp, Imperata cylindrical, Amaranthus spinosus. Gulma air merupakan gulama yang hidupnya berada di air. Jenis gulma air dibedakan menjadi tiga, yaitu gulma air yang hidupnya terapung dipermukaan air (Eichhorina crassipes, Silvinia) spp, gulma air yang tenggelam di dalam air (Ceratophylium demersum), dan gulma air yang timbul ke permukaan tumbuh dari dasar (Nymphae sp, Sagitaria spp).
Cara klasifiikasi pada tumbuhan ada dua macam yaitu buatan (artificial) dan alami (natural). Pada klasifikasi sistem buatan pengelompokan tumbuhan hanya didasarkan pada salah satu sifat atau sifat-sifat yang paling umum saja, sehingga kemungkinan bisa terjadi beberapa tumbuhan yang mempunyai hubungan erat satu sama lain dikelompokan dalam kelompok yang terpisah dan sebaliknya beberapa tumbuhan yang hanya mempunyai sedikit persamaan mungkin dikelompokan bersama dalam satu kelompok. Hal demkian inilah yang merupakan kelemahan utama dari kalsifikasi sistem buatan. Pada klasifikasi sistem alami pengelompokan didasarkan pada kombinasi dari beberapa sifat morfologis yang penting. Klasifikasi sistem alami lebih maju daripada klasifikasi sistem buatan, sebab menurut sistem tersebut hanya tumbuh-tumbuhan yang mempunyai hubungan filogenetis saja yang dikelompokan ke dalam kelompok yang sama.
Cara klasifiksi pada gulma cenderung mengarah ke sistem buatan. Atas dasar pengelompokan yang berbeda, maka kita dapat mengelompokan gulma menjadi kelompok-kelompok atau golongan-golongan yang berbeda pula. Gulma dapat dikelompokan seperti berikut ini :
1. Berdasarkan siklus hidupnya, gulma dapat dikelompokan menjadi :
a. Gulma setahun (gulma semusim, annual weeds), yaitu gulma yang menyelesaikan siklus hidupnya dalam waktu kurang dari satu tahun atau paling lama satu tahun (mulai dari berkecambah sampai memproduksi biji dan kemudian mati). Karena kebanyakan umurnya hanya seumur tanaman semusim, maka gulma tersebut sering disebut sebagai gulma semusim. Walaupun sebenarnya mudah dikendalikan, tetapi kenyataannya kita sering mengalami kesulitan, karena gulma tersebut mempunyai beberapa kelebihan yaitu umurnya pendek, menghasilkan biji dalam jumlah yang banyak dan masa dormansi biji yang panjang sehingga dapat lebih bertahan hidupnya. Di Indonesia banyak dijumpai jenis-jenis gulma setahun, contohnya Echinochloa crusgalli, Echinochloa colonum, Monochoria vaginalis, Limnocharis flava, Fimbristylis littoralis dan lain sebagainya.
b. Gulma dua tahun (biennial weeds), yaitu gulma yang menyelesaikan siklus hidupnya lebih dari satu tahun, tetapi tidak lebih dari dua tahun. Pada tahun pertama digunakan untuk pertumbuhan vegetatif menghasilkan bentuk roset dan pada tahun kedua berbunga, menghasilkan biji dan kemudian mati. Pada periode roset gulma tersebut sensitif terhadap herbisida. Yang termasuk gulma dua tahun yaitu Dipsacus sylvestris, Echium vulgare, Circium vulgare, Circium altissimum dan Artemisia biennis.
c. Gulma tahunan (perennial weeds), yaitu gulma yang dapat hidup lebih dari dua tahun atau mungkin hampir tidak terbatas (bertahun-tahun). Kebanyakan berkembang biak dengan biji dan banyak diantaranya yang berkembang biak secara vegetatif. Pada keadaan kekurangan air (di musim kemarau) gulma tersebut seolah-olah mati karena bagian yang berada di atas tanah mengering, akan tetapi begitu ada air yang cukup untuk pertumbuhannya akan bersemi kembali.
2. Berdasarkan habitatnya, gulma dikelompokkan menjadi :
a. Gulma darat (terrestial weeds), yaitu gulma yang tumbuh pada habitat tanah atau darat. Contoh Cyperus rotundus, Imperata cylindrica, Cynodon dactylon, Amaranthus spinosus, Mimosa sp. , dan lain sebagainya.
b. Gulma air (aquatic weeds), yaitu gulma yang tumbuh di habitat air.












V. KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
1.  Gulma adalah tumbuhan yang kehadirannya tidak diinginkan pada lahan pertanian
2. Gulma dapat menimbulkan kerugian-kerugian karena mengadakan persaingan      dengan tanaman pokok, mengotori kualitas produksi pertanian, menimbulkan allelopathy, mengganggu kelancaran pekerjaan para petani, sebagai perantara atau sumber hama dan penyakit, mengganggu kesehatan manusia, menaikkan ongkos-ongkos usaha pertanian dan menurunkan produktivitas air
3. Pengendalian gulma dapat dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya dengan cara preventif (pencegahan), secara fisik, pengendalian gulma dengan
sistem budidaya, secara biologis, secara kimiawi dan secara terpadu.
4. Gulma berdasarkan morfologinya, dibedakan menjadi rerumputan, berdaun lebar, dan teki-tekian.
5. gulma berdasarkan habitat atau tempat tumbuhnya, dibedakan menjadi gulma darat dan gulma air.

B. Saran
1.    Kepada praktikan agar mengenal jenis-jenis gulma.
2.    Kepada praktikan agar praktikum pengenalan gulma ini dapat mengklasifkasikan gulma.





DAFTAR PUSTAKA
Sagiman, S.  1990.  Pengenalan Gulma.  BKS-B USAID:  Palembang.
Mulmulyani, Sutedjo.1994. Gulma dan Pengendaliannya. Bineka Cipta : Jakarta
Sostro Sudirja,Suroso. 1979. Perlindungan Tanaman. Yasagun : Jakarta
Wudianto, Rini.1993. Pengendalian Gulma. Penebar Swadaya. Jakarta.
Mugnisiah, Wahyu.1994. Tanaman Gulma. Rajawali: Pers.Jakarta.